BI: Keyakinan Konsumen Naik pada Januari 2026

Bank Indonesia laporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik menjadi 127,0 pada Januari 2026 dari 123,5 Desember sebelumnya, tertinggi dalam setahun dan masuk zona optimis di atas 100, didorong persepsi kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi masa depan.

Kenaikan ini terjadi hampir seluruh kelompok pengeluaran kecuali Rp4,1-5 juta, dengan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) 115,1 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) 138,8. Diskusi di Jawa11 ramai puji sinyal positif ini, tapi kritik muncul soal diskrepansi dengan realitas inflasi pangan 3,5% dan PHK sektor tekstil, apakah survei BI tangkap sentimen elit urban atau lewatkan kelas bawah yang alami tekanan harga beras.

Komponen Penggerak

IKE naik dari penghasilan saat ini (123,7), lapangan kerja (109,9), dan pembelian barang tahan lama (111,8). IEK dorong ekspektasi penghasilan (146,0) dan kegiatan usaha (135,3), meski lapangan kerja stagnan 135,1. Kritikus nilai optimisme ini rapuh karena bergantung stimulus akhir tahun, bukan pertumbuhan organik.

Pola Pengeluaran Konsumen

Proporsi konsumsi turun ke 72,3% dari 74,3%, tabungan naik 16,5%, cicilan stabil 11,2%, tunjukkan kehati-hatian rumah tangga. Kelompok usia 20-30 tahun paling optimis (134,2), tapi 51-60 tahun turun ke 112,4.

Implikasi Ekonomi Makro

IKK tinggi prediksikan konsumsi kuat kuartal I 2026, tapi BI harus waspada gap persepsi-riil seperti 2022 saat indeks tinggi tapi retail sales lesu. Tanpa diversifikasi lapangan kerja, euforia ini berisiko pudar saat Lebaran spending.

Pantau tren ekonomi global di CNN. Kembali ke Beranda.