Banjir di Tirto Pekalongan Bertahan 2 Pekan, Warga Keluhkan Minimnya Bantuan

Ekonomi

Banjir yang melanda Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, kini telah memasuki minggu kedua tanpa tanda-tanda surut. Ketinggian air di sejumlah titik masih mencapai 50 hingga 100 sentimeter, membuat aktivitas warga lumpuh total. Akses jalan terputus, listrik padam, dan pasokan air bersih menjadi kendala utama yang dihadapi masyarakat setempat.

Warga setempat mengeluhkan lambatnya distribusi bantuan dari pihak berwenang. “Sudah dua minggu kami bertahan dengan stok makanan seadanya. Bantuan datang sangat terbatas dan tidak merata,” ujar Siti, salah seorang ibu rumah tangga yang kini mengungsi di rumah kerabatnya yang berada di daerah lebih tinggi.

Meski BPBD Kota Pekalongan menyatakan telah menyalurkan logistik dan dapur umum, banyak warga di RT-RT pinggiran mengaku belum menerima bantuan tersebut. Mereka juga kesulitan mendapatkan obat-obatan, terutama untuk lansia dan anak-anak yang mulai terserang penyakit akibat lingkungan lembap dan sanitasi buruk.

Kondisi ini diperparah oleh sistem drainase yang tak mampu menampung luapan air laut pasang serta curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah konkret, bukan hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga solusi jangka panjang agar bencana serupa tak terulang.

Di tengah krisis ini, solidaritas warga tetap tumbuh. Gotong royong menjadi tulang punggung kelangsungan hidup sehari-hari. Namun, dukungan lebih besar dari pemerintah dan lembaga terkait sangat dibutuhkan. Untuk informasi lebih lanjut tentang respons bencana, kunjungi Joker11.